Terpuruk, jatuh, sakit, dan terluka
Ketika kerinduan mengisi dasar hati yang hampa
Namun tak mungkin kau akan tampak di depan mata
karena sebab kita terpisah antara dunia yang berbeda
Langkah kakiku masih terasa goyah untuk melangkah
Terpaku dalam kenangan pribadimu yang sangat indah
Kehilangan ibarat paku yang di tancapkan pada sebuah papan
Tidak akan pernah bisa menghapus lubang yang di timbulkan
Pernah satu waktu telingaku mendengar suaramu
Aku sangat berharap kalau itu benar benar kamu
Ternyata itu hanya kerinduan yang terus menyelimutiku
Entah sampai kapan rasa ini mampu aku tahan dalam jiwaku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar