beribu kata yang hinggap di telinga aku abaikan
berjuta kicauan tajam tetap aku hiraukan
rasa itu tidak mungkin dapat dipaksakan
untuk dapat meraba indahnya kebersamaan
jatuh, terinjak hingga meneteskan air mata
tak cuma sesekali aku merasakannya
itulah mengapa pintu nurani ini tak mudah terbuka
sampai titian masa melunturkan muara hati hingga tak berwarna
membuka mata untuk pelengkap jiwa itu mungkin saja
hanya menunggu seseorang yang tepat dan aku percaya
tak banyak yang ingin aku pinta
cukup ketulusan yang bisa meluluhkan semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar